.

.
.

28 Januari 2016

Menristekdikti : Pentingnya Kurikulum Bela Negara di Kanpus


Semarang,  Muhammad Nasir Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristedikti), mengusulkan untuk memasukkan ajaran bela negara ke dalam kurikulum perguruan tinggi. Sebab, menurutnya, hal itu cocok dilakukan demi menangkal gerakan radikalisme yang muncul di sejumlah lingkungan kampus.

“Kami akan masukkan mata pelajaran yang mengandung unsur wawasan kebangsaan dan bela negara sebagai materi kurikulum di tiap perguruan tinggi di Indonesia. Radikalisme dan terorisme harus kita jauhkan dari kampus. Kampus adalah penjaga moral,” tutur Nasir, usai menghadiri peresmian gelanggang olahraga milik Universitas PGRI di Jalan Gajah Raya Semarang, beberapa waktu lalu.

Menteri yang berasal dari Partai kebangkitan Bangsa (PKB) ini  lantas mencontohkan bahwa gerakan yang menyimpang dari ajaran perguruan tinggi baru-baru ini muncul di Universitas Indonesia. Ia kaget saat tahu kampus ternama seperti Universitas Indonesia muncul aksi LGBT.