.

.
.

28 Desember 2015

Muscab Perempuan Bangsa Kabupaten Magelang Pilih Hj. Hibatun Wafirah Sebagai Ketua Untuk Lima Tahun Mendatang


Magelang,  Hj. Hibatun Wafirah terpilih sebagai ketua DPC Perempuan Bangsa Kabupaten Magelang pada acara Musyawarah Cabang yang dilaksanakan pada Senin (28/12) di Rumah Makan Progosari, Mungkid Kabupaten Magelang.

Perempuan Bangsa merupakan organisasi Perempuan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai organisai dan badan otonom yang pada awal berdirinya bernama Perempuan Partai Kebangkitan Bangsa (PPKB).

 Acara Musyawarah Cabang Perempuan Bangsa Kabupaten Magelang ini mengangkat tema besar  “Perempuan Bangsa Siap Menangkan PKB dalam Pemilu 2019” dirangkai dengan pendidikan politik diikuti oleh perwakilan Pengurus Anak Cabang Perempuan Bangsa se Kabupaten Magelang denagn nara sumber Ketua DPW PKB Jawa Tengah KH.M. Yusuf Chudlori dan Hj. Ida Nur Saadah Anggota DPRD Provisnsi Jawa Tengah dari FPKB.

Mandataris terpilih Hj.Hibatun Wafirah mengatakan Perempuan Bangsa merupkan Banom yang berfungsi melaksanakan kebijakan partai yang berkaitan dengan perempuan dengan misi memperjuangkan kesetaraan gender dan hak hak perempuan serta memperkuat partai dengan meningkatkan kapasitas dan peran serta dari perempuan PKB. 

" Perempuan Bangsa bisa menjadi garda depan mendukung kebijakan kebijakan Partai Kebangkitan Bangsa di sayap perempuan yang selalu konsisten memperjuangkan hak perempuan tidak terkecuali di ranah politik” ujar politisi PKB senior ini..

Sementara itu, Drs.Suwarsa, ketua DPC PKB Magelang pada kesempatan yang sama menyampaikan sambutan politiknya agar ke depan Perempuan Bangsa bisa berperan aktif dengan meningkatkan koordinasi dan konsolidasi agar peran perempuan sebagai pilar yang mendukung pergerakan bisa berjalan secara optimal. “ Dari hasil evaluasi di tingkat pengurus wilayah, PKB Kabupaten Magelang termasuk yang masih rendah dalam intensitas konsolidasi dan penguatan kelembagaan”terangnya.

Sementara itu Ketua Perempuan Bangsa Provinsi Jawa Tengah Hj. Siti Rosidah menmyampaikan bahwa PKB dinilai lebih memiliki sensitifitas terhadap perempuan,  ”Sebelum ada aturan tentang harus ada keterwakilan 30% dari perempuan, PKB telah lebih dulu memiliki kebijakan tersebut, sehingga memberikan pendidikan politik sebagaimana yang dilaksanakan hari ini merupakan langkah tepat untuk menyiapkan kader kader perempuan untuk bisa berkiprah di ranah politik” tegas Hj Siti Rosidah yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Dapil delapan. [ir]