.

.
.

8 Desember 2015

Kyai Aziz Mansyur Ketua Dewan Syura DPP PKB Wafat

Jombang, Berita duka datang dari Jombang, Jawa Timur setelah dikabarkan KH Aziz Mansyur Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi’in, Paculgowang, Jombang yang juga selaku Ketua Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit (RS) Graha Amerta Surabaya, Selasa (8/12) dini hari sekitar pukul 00.01 WIB. Ia juga sebagai salah satu kiai sesepuh yang kental dengan ajaran salafnya di Jawa Timur.

Kyai Aziz Mansyur merupakan Ketua Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa yang terpilih dalam Muktamar PKB yang berlangsung di Surabaya pada tahun 2014 lalu bersama terpilihnya H. Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum DPP PKB.


Sebagai tanda penghormatan atas wafatnya KH. Abdul Aziz Mansyur Partai Kebangkitan Bangsa akan menaikan bendera setengah tiang, seluruh kader PKB juga akan menggelar shalat Gaib dan tahlil.

Instruksi tersebut langsung datang dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar lewat akun twitternya @cakminpkb

Diinstruksikan semua kader Menggelar Sholat Gaib dan tahlil utk ketua Dewan Syuro kita:KH Aziz Mansyur. Kibrkan bendera PKB setengah tiang
— a muhaimin iskandar (@cakiminpkb) December 7, 2015

Kyai Aziz adalah salah satu sosok kiai yang disegani dan tidak diragukan lagi untuk memberikan argumentasinya. Perjalanan masa hidup KH Aziz Mansur sudah sejak kecil dikenalkan dengan dunia pesantren.

Gus Shobih, salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi’in ini mengungkapkan tidak sedikit masalah hukum fiqih khususnya, yang telah dipecahkan oleh beliau. Setiap kali menggelar kegiatan bahtsul masail, KH Aziz Mansyur adalah salah seorang kiai yang diperhitungkan dalam memberikan penjelasan hukum-hukum tersebut. “Beliau sangat cerdik dalam memberikan argumentasi-argumentasi masalah hukum Islam terutama bidang fiqih,” katanya kepada NU Online, Selasa (8/12).

Namun untuk sekarang ini, lanjut Gus Shobih, Kiai Aziz banyak mewariskan ajaran-ajarannya selama masa hidupnya dalam mendidik para santri-santrinya. Secara tidak langsung mereka menjadi amanah KH Aziz Mansyur untuk terus dibina dan dididik oleh para pengasuh dan pengurus pesantren setempat. “Beliau adalah kiai yang santun, ramah dan cerdik, hal ini yang menjadi tugas kita untuk melanjutkan perjuangan beliau di pondok pesantren ini,” tuturnya.

Gus Shobih mengungkapkan, jenazah Kiai Aziz dimakamkan di Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi’in sekitar pukul 13.00 WIB. Saat ini sudah ratusan santri dan warga masayarakat memadati area pondok pesantren dalam rangka ikut serta menyhalati dan memakamkan jenazah KH Aziz Mansyur. [ir]