.

.
.

7 Oktober 2015

Membangun Karakter Pemuda Sesuai Empat Pilar


Banyumas - Indonesia ke depan adalah Indonesia yang maju, sejahtera, berkeadilan dan menjadi salah satu negara modern yang beradab. Untuk sampai pada tujuan itu pembangunan karakter dan mentalitas para pemuda Indonesia harus diutamakan.

“Terutama membangun karakter pemuda Indonesia yang sesuai dan sejalan dengan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Dengan demikian mentalitas pemuda Indonesia akan terikat kuat nilai-nilai empat pilar kebangsaan itu,” kata Siti Mukaromah, Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah 8 (Banyumas dan Cilacap)  di saat sosialisasi empat pilar kebangsaan dengan peserta dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Banyumas, belum lama ini.

Menurut Erma – panggilan akrab Siti Mukaromah, potensi pemuda Indonesia luar biasa. Para Pemuda Indonesia saat ini sudah merambah ke berbagai bidang kehidupan. Ada yang memilih sebagai profesional muda, wirausahawan muda, politisi muda, dan pegawai di pemerintahan dan bekerja di swasta.

Karena itu, kewirausahaan saat ini semakin di dirasakan urgensinya sebagai the backbone of economy atau tulang punggung perekonomian suatu bangsa. Persoalan ini ini tidak lepas dari fakta bahwa sebagian besar pendorong perubahan, inovasi dan kemajuan suatu negara adalah para wirausahawan. Termasuk di dalamnya wirausahawan muda.

“Tanpa adanya mental kewirausahaan pada diri seseorang atau suatu bangsa, maka segala potensi, sumber energi, komoditi dan mineral yang melimpah tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat,” kata Erma.

Menurut Anggota Komisi VI DPR ini untuk sampai pada cita-cita Indonesia yang maju, para pemuda Indonesia haruys menempuh pendidikan yang lebih baik dan sesuai dengan tuntutan jaman.

Pendidikan Indonesia dalam UUD 1945, semua telah dituangkan dengan cukup bijak. “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistim pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.”

Ditambahkan oleh Erma, tujuan pendidikan itu sendiri adalah demi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu juga berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab, serta berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Erma mengatakan, untu membangun bangsa yang berkarakter dan memiliki peradaban, bangsa ini membutuhkan sumber daya insani yang unggul, punya kecerdasan otak luar biasa, kreatif, cepat, percaya diri dan bertatakrama.

“Untuk menghasilkan karakter yang diharapkan dibutuhkan pembangunan karakter secara terencana dan sadar. Karakter yang baik harus dibangun sedini mungkin dan karakter buruk harus diantisipasi sedini mungkin pula,” tandasnya. [ir]