.

.
.

15 Oktober 2015

Tahun Baru Islam Momentum Indonesia Berbuat Buat Rakyat Lebih Baik


Jakarta, Ketua Umum Parai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar bila memburuknya situasi ekonomi tidak segera teratasi maka Indonesia nantinya bisa terancam berbagai krisis yang akan mengancam eksistensi bangsa Indonesia. Untuk itu, momentum perayaan tahun baru Hijriyah bisa dijadikan sarana untuk menyolidkan potensi semua elemen masyarakat, terutama untuk menangkal semakin memburuknya situasi.

''Pada tahun baru ini umat Islam dunia dan umat Islam dibayang-bayangi situasi suram. Konflik politik dan konflik antarumat beragama merebak di mana-mana. Perang sudah membuat berbagai negara berpenduduk Muslim mencari selamat ke negara lain dengan menjadi pengungsi. Situasi tak baik ini pun sudah mengancam Indonesia. Maka, semua pihak harus waspada dan menyolidkan diri,'' kata Muhaimin Iskandar dalam acara "Pidato Kebudayaan" dalam rangka menyambut tahun baru Hijriyah di Kantor DPP PKB, Jakata, Rabu malam (14/10).

Muhaimin mengakui, situasi kini memang terasa berat. Harga-harga barang melambung, pengangguran naik, dan pemutusan hubungan kerja mulai merebak. Situasi ini jelas membuat kehidupan rakyat menjadi susah. Keruwetan ini semakin menjadi dengan merebaknya berbagai kasus kekerasan hingga kasus pembunuhan yang sadis.

Makna Hijrah yang Kekinian



Jakarta, Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ma’ruf Amin mengingatkan konsep makna hijrah bukan sekadar pindah yang dikaitkan dengan peristiwa pindahnya Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dari Makkah ke Madinah.

“Saat ini masyarakat perlu mengejawantahkan hijrah dalam konteks yang lebih luas. Makna hijrah dapat diimplementasikan dalam berbagai konteks kehidupan,” jelas Kiai Ma’ruf, Rabu (14/10).

Pada dasarnya,   hijrah bermakna perpindahan atau perubahan dari satu situasi kepada situasi lain yang lebih baik tambah kyai Ma'ruf. Dalam level individu, hijrah juga dapat bermakna perubahan dari satu perilaku menuju perilaku yang lebih baik. Hijrah juga dapat terjadi pada level yang lebih tinggi, yaitu dari satu sistem ke sistem yang lebih baik.

7 Oktober 2015

Sarif Abdillah - Usup Sumanang Memimpin Wonosobo dengan Hati


Banyak orang sangat meyakini bahwa kekuatan pikiran positif dapat membawa manusia meraih kesuksesan dalam mencapai tujuannya. Memang, tidak diragukan lagi, kalau kekuatan pikiran
positif ini dan membawa manusia pada kesuksesan dalam meraih tujuannya. Mereka yang dapat mengarahkan pikirannya selalu kearah positif, maka diyakini bahwa hasilnya adalah sesuatu kehidupan yang positif juga.

Meskipun demikian, kita sebagai manusia yang memiliki keyakikan keimanan kepada Allah, sebaiknya menyadari bahwa bukan hanya mengandalkan kekuatan otak semata, bukan hanya mengandalkan akal dan kekuatan pikiran semata. Karena sesungguhnya ada kekuatan lain yang lebih dahsyat dari kekuatan otak, akal dan pikiran. Kekuatan ini bukan hanya mengantarkan manusia meraih sukses namun juga mampu mengantarkan manusia pada kemuliaan hidup. Yakni kekuatan atau kekuatan hati yang positif, kekuatan hati yang jernih. Kekuatan hati ini memiliki kedahsyatan yang melebihi kekuatan pikiran manusia. Karena hati adalah rajanya, hatilah yang mengatur dan memerintahkan otak, pikiran dan panca indra manusia.

Menteri Hanif Siapkan Formula Penetapan UMK


Surabaya - Guna mengantisipasi munculnya polemik penetapan upah minimum kabupaten/kota (UMK) yang terjadi hampir setiap tahun menjelang penutupan akhir tahun, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri sedang menyiapkan formula UMK 2016.

"Kementeriannya sedang menyiapkan formula, tapi belum bisa kami sampaikan. Tunggu saja pengumuman resminya," kata Menteri Hanif Dhakiri di sela Penguatan Jejaring Kelembagaan Penempatan bertema Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Fungsi Ketenagakerjaan pada Perwakilan RI di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Membangun Karakter Pemuda Sesuai Empat Pilar


Banyumas - Indonesia ke depan adalah Indonesia yang maju, sejahtera, berkeadilan dan menjadi salah satu negara modern yang beradab. Untuk sampai pada tujuan itu pembangunan karakter dan mentalitas para pemuda Indonesia harus diutamakan.

“Terutama membangun karakter pemuda Indonesia yang sesuai dan sejalan dengan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Dengan demikian mentalitas pemuda Indonesia akan terikat kuat nilai-nilai empat pilar kebangsaan itu,” kata Siti Mukaromah, Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah 8 (Banyumas dan Cilacap)  di saat sosialisasi empat pilar kebangsaan dengan peserta dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Banyumas, belum lama ini.