.

.
.

15 September 2015

Pemerintah Arab Saudi Harus Bertanggung Jawab Atas Kecelakaaan Jemaah Haji



Jakarta - Pemerintah Arab Saudi harus bertanggung jawab atas insiden jatuhnya crane di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, yang mengakibatkan 107 jamaah meninggal dunia.

"Insiden jatuhnya crane di Masjidil Haram membawa membawa luka yang mendalam. Padahal tidak seharusnya alat-alat berat berada di Masjidil Haram pada saat jutaan umat Islam menunaikan ibadah haji. Saya minta agar pemerintah Arab Saudi bertanggung jawab atas musibah tersebut," kata Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) Abdul Malik Haramain, beberapa waktu lalu.

Apalagi, kata Malik, dalam musibah itu terdapat tujuh warga negara Indonesia (WNI) turut menjadi korban meninggal akibat tertimpa crane tersebut. Ia melihat Pemerintah Arab Saudi telah lalai dalam hal ini mengabaikan keselamatan para jamaah haji.



"Kami meminta Pemerintah Arab Saudi segera menghentikan proyek pelebaran Masjidil Haram sementara waktu. Sebab, jutaan jamaah haji terancam nyawanya jika crane tersebut masih berdiri kokoh di sekitar Masjidil Haram," katanya.

Sekadar mengingatkan, alat berat berwarna merah tiba-tiba roboh dan menimpa jemaah yang sedang melaksanakan tawaf di Masjidil Haram sekira pukul 17.45 waktu setempat. Saat itu merupakan jeda antara Salat Ashar dan Magrib.

Berdasarkan sebuah video amatir yang beredar di internet, alat berat tersebut bergoyang dan jatuh karena kondisi Makkah dilanda badai angin dan hujan deras. Jatuhnya alat berat menimbulkan dentuman keras disusul teriakan panik dari orang-orang. Crane tersebut merupakan alat pembangunan Masjidil Haram yang belum tuntas.

Sampai saat ini, korban Tragedi Makkah dengan korban luka mencapai 230 orang. Sedangkan total jumlah meninggal dunia adalah 107 orang, termasuk sebelas orang jamaah asal Indonesia.