.

.
.

24 Juni 2015

Sholawat Kekuatan Bangsa, PKB Bentuk Majelis Pesona


Jakarta, Partai Kgkitan Bangsa (PKB) akan meluncurkan majelis pecinta sholawat nusantara (Pesona) pada 23 Juni 2015 bertepatan dengan awal bulan suci ramadhan. Saat launching nantinya akan digelar pembacaan sholawat serta tahlil untuk bangsa.

Tahlil dan sholawat dipilih PKB untuk mengisi kegiatan di bulan ramadhan yang penuh keberkahan bukan tanpa alasan. Tahlil menurut Ketua Majelis Pesona, Helmy Faishal Zaini biasa dilakukan oleh masyarakat di desa karena dua alasan pertama, ada kedukaan keluarga atau saudara ada yang meninggal digelar tahlil. Kedua, masyarakat melakukan tahlil karena ada permohonan hajat agar dikabulkan Allah SWT.

“Disini kita pandang sebagai kedukaan karena terjadi peristiwa angeline, dan rohingya. Sedangkan hajat, agar bangsa diberikan keselamatan dan keberkahan disitulah kita perlu melakukan sholawat dan tahlil untuk bangsa,” jelas Helmy yang juga Ketua DPP PKB saat konferensi pers di Kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu (17/6).



Sebagai anak muda NU, Helmy menambahkan tergerak untuk menjaga dan mengembangkan tradisi ulama dengan membentuk Majelis Pesona. Ia menuturkan Majelis Pesona sebagai ikhtiar agar Indonesia tidak bernasib seperti negara Timur Tengah yang dilanda krisis politik dan konflik yang tiada henti.

“Justru ulama timur tengah mengatakan akar sendi budaya inilah yang menguatkan kebangsaan. Banyak (ulama Timur Tengah) yang belajar, bagaimana bisa Candi Borobudur dijaga, gereja dijaga aman tidak ada benturan ternyata ini, silaturahim kita saat tahlil dan shalawat di kampung-kampung sebagai kekuatan,” tutur Ketua Fraksi PKB ini.

Helmy mengajak seluruh masyarakat umum dan pecinta sholawat khususnya untuk mengikuti acara Sholawat dan Tahli untuk bangsa pada 23 Juni 2015 pada pukul 20.00 WIB. Tidak ia mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan.”Kami ajak seluruh masyarakat membaca sholawat yang akan ditayangkan salah satu TV nasional,” pungkasnya.

Sementara Sekretaris Jenderal DPP PKB, Abdul Kadir Karding mengatakan diadakannya kegiatan sholawat secara besar untuk memohon syafaat Nabi Muhammad SAW untuk kebaikan bangsa. Sebagai tradisi yang baik menurutnya perlu melestarikan beragam bacaan sholawat dengan dibentuk institusi yakni Majelis Pesona. “Kami mengajak seluruh masyarakat dalam menghadapi permasalahan dengan sholawat agar mendapat syafaat Rasulullah Muhammad SAW sehingga bangsa kita diberikan keselamatan dan berkah,” tuturnya.

Kegiatan sholawat dan tahlil untuk bangsa serta pencanangan Majelis Pesona akan dihadiri ulama kharismatik antara lain Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj, KHR. Cholil As’ad Syamsul Arifin, Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH. Aziz Mansyur, Ketua Umum DPP PKB H.A.Muhaimin Iskandar dan KH. Munif Zuhri. Dalam acara akan diisi rangkaian pembacaan tahlil, sholawat burdah, diba’ dan sholawat nariyah.