.

.
.

24 Juni 2015

PKB Deklarasikan Majelis Pecinta Shalawat Nusantara


Jakarta, Sebagai upaya untuk mendakwahkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamiin, Partai Kebangkitan Bangsa membentuk Majelis Pecinta Shalawat Nusantara atau disingkat Pesona. Deklarasi majelis ini diselenggarakan sekaligus dengan menggelar Shalawat dan Tahlil untuk Bangsa di halaman kantor DPP PKB Jakarta, (Selasa 23/6)

Ketua Pesona H Helmy Faishal Zein menjelaskan majelis ini untuk membentuk kelompok Islam yang selama ini gampang membid’ah-bid’ahkan amaliah warga NU. “Kami akan membentuk majelis ini sampai di tingkat propinsi di seluruh Indonesia,” katanya. 

Hadir dalam pembukaan tersebut KH Said Aqil Siroj, para menteri yang berasal dari PKB, KH Cholil As’ad, KH Miftahul Ahyar, KH Aziz Masyhuri, KH Munif Zuhri, dan lainnya. Acara shalawatan dipimpin oleh Habib Anis Shahab yang melantunkan berbagai jenis shalawat diiringi dengan rebana yang membuat suasana menjadi syahdu.

Karding Tegaskan PKB Tidak Menerima Mahar Calon Kepala Daerah



JAKARTA- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara tegas menolak praktik suap politik atau uang mahar dari calon kepala daerah. Menurutnya peraturan yang ada secara tegas telah mengatur hingga sanksi secara detil.

“PKB tentu tidak ingin partai politik (parpol) dijadikan alat transaksi. Sanksinya sangat tegas dalam aturan Pilkada,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding di Jakarta, Jumat (12/6).

Karding mengatakan pihaknya mengikuti peraturan yang ada. “Kalau soal uang mahar, kan dengan tegas dilarang dalam UU Pilkada,” imbuh Anggota Komisi III DPR RI ini.

Seperti diketahui Undang-Undang Nomor No 8 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1/2014 yang mengatur pemilihan kepala daerah (pilkada) dengan tegas melarang adanya uang mahar. Sekadar diketahui, sanksi juga akan diterima parpol yang terbukti menerima uang mahar. Ketentuan itu tertuang dalam Pasal 47 UU Pilkada.Terdapat tiga bentuk sanksi.

Pertama, jika terbukti dengan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap maka parpol yang bersangkutan dilarang mengajukan calon pada periode berikutnya di daerah yang sama.

Sholawat Kekuatan Bangsa, PKB Bentuk Majelis Pesona


Jakarta, Partai Kgkitan Bangsa (PKB) akan meluncurkan majelis pecinta sholawat nusantara (Pesona) pada 23 Juni 2015 bertepatan dengan awal bulan suci ramadhan. Saat launching nantinya akan digelar pembacaan sholawat serta tahlil untuk bangsa.

Tahlil dan sholawat dipilih PKB untuk mengisi kegiatan di bulan ramadhan yang penuh keberkahan bukan tanpa alasan. Tahlil menurut Ketua Majelis Pesona, Helmy Faishal Zaini biasa dilakukan oleh masyarakat di desa karena dua alasan pertama, ada kedukaan keluarga atau saudara ada yang meninggal digelar tahlil. Kedua, masyarakat melakukan tahlil karena ada permohonan hajat agar dikabulkan Allah SWT.

“Disini kita pandang sebagai kedukaan karena terjadi peristiwa angeline, dan rohingya. Sedangkan hajat, agar bangsa diberikan keselamatan dan keberkahan disitulah kita perlu melakukan sholawat dan tahlil untuk bangsa,” jelas Helmy yang juga Ketua DPP PKB saat konferensi pers di Kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu (17/6).

Hanif : Perbedaan Itu Rahmat, Konflik itu merusak dan Merugikan



Catatan M. Hanif Dhakiri ats Muktamar PKB di Surabaya

Surabaya 1 September 2014 Tepat tengah malam, Cak Imin terpilih secara aklamasi dalam Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 2014. Diikuti oleh sekitar 3000 peserta dari 33 Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan 505 Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Indonesia, Muktamar mengukuhkan Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum DPP PKB 2014-2019. Raut wajah haru dan bangga memenuhi Ballroom Hotel Empire, Surabaya. Sebuah ekspresi yang lama tidak ditemukan dalam perhelatan tertinggi partai yang dilahirkan dari rahim organisasi Islam terbesar di dunia, Nahdlatul Ulama (NU).

Semenjak kelahirannya pada 23 Juli 1998, PKB boleh dikata tak pernah sepi dari konflik. Dualisme kepemimpinan Dewan Syura dan Dewan Tanfidz selalu memantik perseteruan politik internal yang merusak. Dari episode konflik internal itu banyak kader terlempar dari pusaran politik partai dan melahirkan dua partai sempalan: Partai Kejayaan Demokraai (PKD) dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU). Prestasi elektoral partai penerus perjuangan Gus Dur ini pun terus menurun dari pemilu ke pemilu.

Adalah Muhaimin Iskandar, politisi muda anak ideologis Gus Dur, yang berhasil mengukir kembali prestasi PKB dalam percaturan politik nasional. Di tengah suasana konflik yang keras, Cak Imin --demikian ia biasa disapa-- berhasil meloloskan PKB pada Pemilu 2009. Saat itu, banyak pengamat dan lembaga survei memprediksi PKB tidak akan lolos ambang batas parlemen sebesar 3.5 persen. Tetapi fakta berbicara lain. Meskipun mengalami penurunan drastis akibat konflik internal yang seolah tak terdamaikan, PKB di bawah kepemimpinan Cak Imin saat itu berhasil lolos dari ambang batas parlemen dan mengirimkan 28 kadernya ke Senayan.

Tidak hanya itu. Pada tahun yang sama, Cak Imin juga berhasil membawa PKB ke dalam gerbong pemerintahan dengan mendukung pasangan SBY-Boediono yang memenangi Pilpres 2009. PKB pun mengirimkan dua orang wakilnya di Kabinet Indonesia Bersatu pimpinan SBY-Boediono. Masa-masa sebelum hingga tahun 2009 adalah masa-masa berat bagi PKB sebagai partai politik. Namun di bawah kepemimpinan Cak Imin, eksistensi PKB tetap nyata dan mewarnai percaturan politik nasional.

Pada Pemilu 2014, PKB di bawah kepemimpinan Cak Imin bangkit. Konsolidasi politik dan organisasi dilakukan secara intensif. Gagasan dan kreativitas politik menyeruak laksana air bah menerjang dunia media massa yang makin partisan dan business-oriented. PKB yang tidak memiliki media publik tiap hari muncul di media massa.

17 Juni 2015

Edi Sayudi Ungguli Rivalnya Dalam Pencalonan Bupati Demak



Demak, Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab) dalam rangka penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Demak dilaksanakan Senin (15/7) bertempat di Hotel Amantis Demak.

Acara ini dilaksanakan sesuai ketentuan Partai Kebangkitan Bangsa sebagaimana diatur dalam Petunjuk Teknis dan Pelaksanaan Penjaringan Calon Kepala Daerah yang diikuti oleh seluruh peserta dari DPAC PKB se Kabupaten Demak.

Sekretaris DPC PKB, Nurul Muttaqin mengatakan, Muspimcab ini diikuti pengurus cabang, Ketua Tanfidz dan Dewan Syuro PAC. Sedikitnya ada 80 pengurus yang memiliki hak suara. “Muspincam ini wajib hukumnya dihadiri bakal calon, sebab mereka diminta memaparkan visi misi. Setelah mendengarkan paparan bakal calon, pengurus yang memiliki hak suara diminta memberikan dukungannya,” terang Nurul.