.

.
.

30 Mei 2015

Chamim : Peternakan Burung Agar Dikembangkan Untuk Ekonomi Rakyat


Ungaran,  Komisi B DPRD Jawa Tengah mendukung budi daya ternak burung berkicau. Pasalnya, ternak unggas tersebut saat ini marak dijalankan masyarakat, sehingga perlu dukungan.

Hal ini mengemuka saat Komisi B berkunjung ke Srikandi Bird Farm di Gading, Tuntang, Kabupaten Semarang, belum lama ini. Srikandi BF dipilih lantaran keberadaannya turut meningkatkan perekonomian warga sekitar.

Ketua Komisi B DPRD Jateng, M Chamim Irfani berharap, usaha ternak burung bisa lebih dikembangkan. ‘’Budi daya ini terbukti menggerakkan ekonomi rakyat secara riil dan menciptakan plasma. Srikandi Bird Farm akan menjadi percontohan,’’kata Chamim yang merupakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa tersebut..

Pasar Burung

‘’Kami mendukung budi daya burung ini karena ada dampak ekonomi nyata. Selanjutnya, perlu dibuat pasar burung. Dimungkinkan di PIKK Lopait yang saat ini mangkrak, tak ada salahnya dijadikan sentra jual beli burung,’’ucap dia.


Pemilik Srikandi Bird Farm Tuntang, Riyanto mengatakan, sebelum ternak burung, pihaknya pernah mencoba ternak sapi, kambing, itik, dan usaha lainnya. ‘’Ternyata yang paling cepat perputaran uangnya adalah ternak burung. Banyak pedagang dari kota di Jateng dan Jakarta kulakan di sini,’’tandasnya.

Riyanto juga berkeinginan mendirikan pusat penelitian dan pengembangan burung di Tuntang. Di Srikandi Bird Farm terdapat ratusan pasang jalak suren, murai batu, jalak bali, cucak rawa, cucak hijau, love bird, dan sebagainya. Belasan orang bekerja di Srikandi Bird Farm. [Irf]