.

.
.

12 April 2015

Pilkada Sragen Harus Lahirkan Pemimpin Pro Umat

Sragen – Majunya Pilkada di kabupaten Sragen pada akhir tahun 2015 menjadikan Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Sragen segera berbenah diri dan mempersiapkan segala kebutuhannya untuk ikut serta perhelatan akbar tersebut.

Dikatakan oleh Ketua DPC PKB Sragen, Mukafi Fadli, DPC PKB hari ini secara resmi membuka pendaftaran bakal calon (balon) bupati dan wakilnya untuk diusung dalam pilkada 2015.

Ditambahkan oleh Mukafi, pendaftaran balonbup dan wakilnya tersebut dibuka secara umum, dilakukan secara fair play, sehingga tak ada perlakuan khusus bagi kalangan NU maupun kalangan internal PKB Sragen.

“Kita membuka pendaftaran ini secara terbuka sehingga warga kabupaten Sragen yang memiliki keinginan untuk mencalonkan dirinya sebagai bupati dan wakilnya bisa menggunakan perahu PKB untuk menghantarkannya menuju kursi Sragen satu. Tak ada perlakuan khusus baik dari kalangan NU maupun kalangan internal partai semua harus melalui prosedur.” paparnya

Mukafi menyatakan, Pilkada kali mengusung konsep pilkada damai. Dengan konsep pilkada damai tersebut diharapkan akan dapat melahirkan para pemimpin daerah yang benar – benar dikehendaki oleh warga masyarakat Sragen.

“Konsep Pilkada kali ini adalah Pilkada damai, semoga dengan pilkada damai tersebut akan dapat melahirkan pemimpin – pemimpin daerah yang benar – benar dikehendaki oleh masyarakat Sragen yang membawa dampak perubahan yang signifikan baik dari segi ekonomi dan pembangunan kabupaten Sragen kedepan,” harap Mukafi.

Diakui oleh Mukafi bahwa pilkada tak bisa dilepaskan dari menang dan kalah namun dirinya berharap hasil akhir dari pilkada tersebut dapat membawa dampak kebaikan bagi umat.

“Yang terpenting hasil Pilkada bisa dirasakan oleh umat,” tuturnya.

Terkait adanya tudingan telah terjadinya friksi di internal PKB dan Nu Sragen beberapa waktu lalu di tepis oleh Mukafi, bahwa hal tersebut tidak benar, hubungan NU dan PKB hingga saat ini menurutnya masih terjalin dengan baik, diakui olehnya sinergisitas NU dan PKB bahkan diakui oleh banyak kalangan di luar Sragen.

“Tudingan itu tidak benar hubungan PKB dan NU hingga saat ini masih baik – baik saja, bahkan diberbagai kalangan di luar Sragen pun turut memuji sinergisitas kita,” jelasnya.

Bukan sekedar untuk menunjukan keharmonisan PKB dan NU atas tudingan terjadinya friksi, Mukafi nyatakan siap dukung rencana majunya Ketua PCNU Sragen, Agus Budiarto untuk menjadi cabup Sragen.

“Saya sangat menyambut positif Ketua PC NU Sragen, untuk maju mencalonkan dirinya untuk menjadi cabup Sragen, Yang pasti saya akan dukung sepenuh hati bagi cabup dan wakilnya yang telah mendapatkan rekomendasi dari DPP PKB,” terangnya.

Sementara itu, hal senada juga dikatakan oleh Ketua Desk Pilkada DPC PKB Sragen, Rahmad Arif, pihaknya membuka pendaftaran secara terbuka, tidak ada perlakuan khusus semua akan calon wajib mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan. Bagi cabup dan wabup syarat pendidikan minimal sarjana (S1).

Syarat tersebut dijadikan ketetapan baku, karena hal tersebut telah menjadi komitmen DPC PKB Sragen yang terkait dengan intelektualitas. Selain itu Arif juga menjelaskan selain pendidikan, cabup dan cawabup harus memenuhi persyaratan administrasi. (irf)