.

.
.

20 April 2015

Gus Yusuf: Jangan Pesimis Terhadap Parpol


Semarang, Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, KH Muhammad Yusuf Chudlori yang lebih akrab dipanggil Gus Yusuf, menilai kalangan muda jangan sampai apriori dan pesimis terhadap partai politik. Menurutnya, untuk melakukan perubahan sistem di Indonesia harus melalui partai politik. “Maka, kaum muda jangan sungkan untuk terjun ke partai politik,” tuturnya dalam diskusi ‘Regenarasi Politik dan Peran Veto Player di Parpol’ di Hotel Pandanaran Semarang, belum lama ini.


Anak dari ulama kharismatik Nahdlatul Ulama (NU), almarhum KH Chudlori ini, menjelaskan bahwa edukasi politik bagi masyarakat harus terus dilakukan. Saat ini, kata dia, pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) rata-rata masih berusia muda di bawah 50 tahun. “Karena PKB memang lahir setelah masa reformasi. Meski demikian, dalam lima tahun terakhir PKB fokus dalam pengkaderan,” lanjut ayah tiga anak ini.


Sementara menurut pengamat Komunikasi Politik Universitas Diponegoro, Triyono Lukmantoro, menyebutkan bahwa regenerasi politik dalam tubuh partai politik telah gagal. Ia menyampaikan, hal ini karena nama-nama yang muncul di semua partai masih pemain lama. “Mereka masih ingin tetap popular tanpa memberikan kesempatan pada yang muda,” terangnya.


Lebih jauh pihaknya menambahkan bahwa seharusnya pemain lama dalam sebuah partai itu segera ikhlas memberikan tempat kepada yang lain. “Karena masyarakat membutuhkan tokoh yang muda, disukai dan memiliki solidaritas,” tandasnya. [irf}