.

.
.

10 Maret 2015

NU-PKB Jawa Tengah Bertemu Rumuskan Pemenangan Pilkada


SEMARANG—Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 21 kota/kabupaten se-Jateng, DPW PKB Jawa Tengah mensinergikan langkah antara pengurus NU dan PKB dari wilayah hingga cabang dengan menggelar acara Musyawarah Kerja (Muskerwil) dan Silaturahim NU PKB bersama Legislatif dan Eksekutif Partai Kebangkitan Bangsa pada sabtu (7/3) lalu di Hotel Metro Semarang.

Dalam acara tersebut  Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abu Hapsin menegaskan  dan mengajak kepada eluruh pengurus cabang untuk berkontribusi terhadap penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di masing-masing daerah. "Secara garis politik kami menyerahkan persoalan itu kepada Partai Kebangkitan Bangsa,'' tegasnya..

Hadir Ketua Umum PKB Muhamin Iskandar dan lima menteri dari kader PKB, Menakertrans Hanif Dhakiri, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menpora Imam Nahrawi, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar, Menristek dan Dikti Muhammad Nasir.
Seluruh anggota DPR RI dari Dapil Jateng, DPRD Provinsi dan seluruh DPRD kabupaten/kota dan juga bupati dan wakil bupati dari kader PKB. Selain itu juga dihadiri pengurus cabang NU se-Jateng.

Kyai Abu Habsin mengatakan, jelang penyelenggaraan pilkada serentak tahun ini, antara pengurus wilayah NU Jawa Tengah dan PKB bertemu intensif membahas pemetaan kader potensial yang akan maju menjadi calon dan bakal calon bupati. Para ulama dan kiai juga pengurus cabang NU, lanjut dia, memberikan sumbangan saran dan masukan untuk memilih kader nahdliyin paling tepat untuk diajukan menjadi calon bupati/walikota.

“Sehingga nantinya akan terpilih pemimpin daerah yang bisa menyejahterakan masyarakat nahdliyin dan bisa melayani perjuangan keagamaan para ulama dan kiai,” ujarnya.

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar setuju dengan langkah yang ditempuh para tokoh NU dan pengurus PKB di Jateng. Sebagai partai yang dilahirkan ulama dan kiai NU, sudah menjadi kodratnya antara PKB dan NU menyatu. Hal itu juga dilakukan di tingkat DPP bersinergi dengan PBNU, PW NU dengan DPW PKB hingga ke tingkat cabang.

“Saya sangat setuju dengan Pak Abu Habsin antara NU dan PKB harus bersinergi seperti yang telah kami lakukan di tingkat pusat antara DPP PKB dan PBNU. Mereka bertemu dalam muskerwil, bagian dari meneruskan perjuangan para ulama,” tandasnya.

Para pejuang NU dan PKB, menurut Cak Imin, jangan kalah dengan ulama pendahulu yang mampu mengubah Jawa yang dulunya animisme dinamisme sekarang banyak santri dan para ulamanya. Dia mencontohkan Gus Dur ketika mendirikan PKB di Papua, awalnya tak kenal NU. Tapi sekarang dengan adanya PKB, semakin besar NU di sana.

Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori mengatakan, secara khusus pihaknya telah menginstruksikan kepada pengurus partai di tingkat cabang untuk bersinergi dengan pengurus NU setempat untuk membahas siapa bakal calon yang akan diusung. Sinergi tersebut merupakan kemajuan luar biasa untuk menyukseskan para calon pemimpin yang breasal dari warga nahdliyin.

Dia mengaku sudah menyiapkan Desk Pilada di 21 kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan Pilkada 2015, yakni Kota Semarang, Rembang, Purbalingga, Kebumen, Kota Surakarta, Boyolali, Kota Pekalongan, Blora, Kendal, Kota Magelang, Sukoharjo, Semarang, Purworejo, Wonosobo, Wonogiri, dan Klaten. Kemudian ditambah lima kabupaten/kota yang akhir masa jabatan kepala daerahnya berakhir hingga Juni 2016, yakni Grobogan, Sragen, Demak, Pekalongan, dan Pemalang. (Irf)