.

.
.

28 Oktober 2014

GUS YUSUF TAGIH JANJI JOKOWI BERKENAAN DENGAN HARI SANTRI



Magelang, Ketua Dewan Tanfidz DPW PKB Jawa Tengah sekaligus Wakil Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) menagih janji Jokowi yang akan menjadikan hari besar Islam 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional.


“Para santri seluruh nusantara menagih janji Jokowi saat kampanye dulu yang akan menjadikan 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional,” kata Gus Yusuf di hadapan ribuan jamaah dalam acara Jauharul Muharam di Kompleks Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, kemarin.


Menurut Gus Yusuf, wacana menjadikan 1 Muharram sebagai hari santri nasional sempat menjadi polemik dan mendapat tanggapan negatif dari Fahri Hamzah. Namun hal itu tak menyurutkan para santri untuk lebih mendapatkan tempat dalam pembangunan di Indonesia.





Gus Yusuf menceritakan, tanggapan negatif yang mengatakan ide hari santri adalah ‘sinting’ justru menjadikan warga Nahdliyin makin semangat untuk mendukung ide Jokowi tersebut. Dalam prakteknya, Jokowi menang di basis-basis pesantren di Jawa.

“Ini menjadikan penyemangat bagi para santri untuk lebih berkontribusi terhadap pemberdayaan dan pengabdian terhadap masyarakat. Kami mengambil spirit Hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah untuk membuat sebuah peradaban masyarakat yang majemuk,” ujarnya.


Pengasuh Ponpes API Tegalrejo itu menegaskan bahwa Hari Santri Nasional selaras dengan program revolusi mental yang digaungkan Jokowi.


“Santri dengan akhlakul karimahnya sama dengan program revolusi mental. Para santri dari jaman pra kemerdekaan adalah pejuang kemerdekaan, sehingga perjuangannya harus diapresiasi,” tegas Gus Yusuf.