.

.
.

2 Juni 2014

NAHDLIYIN SUMBANG PEROLEHAN SUARA PKB JATENG

SEMARANG – DPW PKB Jateng mengakui dukungan kaum nahdiyyin di Jateng sangat signifikan dalam raihan suara PKB. Berkat dukungan NU pula, PKB meraih peringkat kedua perolehan suara di Jateng pada Pemilu kali ini. “Sesuai Pleno KPU Jateng, PKB meraih posisi kedua di Jateng. Alhamdulillah ini pencapaian yang patut disyukuri. Kami mengucapkan terima kasih kepada NU dan seluruh kader pengurus NU di Jawa Tengah atas support, doa dan dukungannya,” kata Ketua DPW PKB Jawa Tengah KH Yusuf Chudlori kepada Wawasan.
Gus Yusuf, panggilan akrabnya, juga memberikan apresiasi positif kepada segenap pengurus PKB di semua tingkatan serta para caleg yang telah bekerja secara maksimal. “Pencapaian ini mengembalikan lagi Jawa Tengah sebagai basis utama bagi PKB. PKB kembali kepada jalur basis hijau di Jateng. Ini kerja semua kader,  pengurus dan caleg. Saya memberi hormat dan penghargaan kepada mereka,” tandasnya.
Ke depan, DPW PKB Jateng punya tugas berat untuk menyiapkan anggota DPRD terpilih agar amanah dan tidak menyia-nyiakan dukungan masyarakat. “Percuma jika kita menjadi pemenang, tetapi tidak memberi manfaat bagi masyarakat. Untuk itulah para anggota DPRD terpilih akan kita monitor terus menerus,” tegasnya.
Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu PKB Jateng Sukirman memastikan PKB akan meraih 13 kursi DPRD Jateng dan 10 anggota DPR RI. PKB pernah memiliki catatan gemilang Tahun 1999 dengan 16 kursi, Tahun 2004 meraih 15 kursi. “Dibandingkan tahun 2009, kita meningkat 4 kursi. Semoga ini menjadi awal kebangkitan selanjutnya,” ujar Sekretaris Komisi C DPRD Jateng ini.
Sukirman menambahkan, untuk PKB, calon anggota DPRD Jateng dari provinsi tercatat Dapil I (Syamsul Ma’arif), Dapil II (Ida Nursya’adah), Dapil III (Arif Rohman dan Moh Zein ADV), Dapil V (Chamim Irfani), Dapil VI (Hendry Wicaksono dan Syarif H), Dapi VII (Hasan Asy’ari), Dapil VIII (Rosidah), Dapil IX (Fuad Hidayat dan Lailatul Arofah), dan Dapil X (Sukirman dan Asif Qolbihi).
Sedangkan untuk DPR RI, Dapil I ada (Alamudin Dimyati Rois), Dapil II (Fathan Subchi), Dapil III (Marwan Ja’far), Dapil V (Moh Toha), Dapil VI (Abdul Kadir Karding), Dapil VII (Taufiq), Dapil VIII (Siti Mukarromah), Dapil IX (Bahrudin Nashori), dan Dapil X (Hanif Dzakiri dan Bisri Romli).rth–sn