.

.
.

2 Juni 2014

JOKOWI SILATURRAHIM KE KETUA DEWAN SYURO PKB



JOMBANG, KOMPAS.com - Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Joko Widodo atau Jokowi menemui Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdul Aziz Manshur di Pondok Pesantren Tarbiyatunnasyi'in Pacul Gowang, Jombang, Jawa Timur, Kedatangan Jokowi beserta rombongan disambut shalawat oleh para santri pesantren tersebut. 

Dalam pertemuan itu, Jokowi didampingi oleh Ketua DPP PKB Marwan Jafar, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Fathan Subchi, politikus Partai Nasdem Effendi Choirie atau Gus Choi, dan Wasekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah. "Saya ke sini diberi wejangan," kata Jokowi. '

Ahmad Basarah menambahkan, Aziz Manshur memberikan wejangan sebagai bekal jika Jokowi terpilih menjadi presiden RI. Jokowi juga diberi kuliah tujuh menit untuk belajar kitab kuning. Selain itu, menurut Marwan, Jokowi telah mendapat dukungan dari Aziz untuk menjadi presiden.

"Kepada Pak Jokowi Kiai Aziz memberikan nasihat bahwa kepemimpinan harus dijaga supaya negara kesatuan kita betul-betul tegak dan sampai seterusnya," kata Marwan.

Sebelumnya, Marwan menyatakan, partainya sudah pasti akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan. Namun, keputusan itu belum diumumkan secara resmi.

Marwan pun hari ini diutus oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar untuk menemani Jokowi sowan ke sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut Marwan, hal itu sebagai bentuk dukungan PKB kepada Jokowi.

"Sebetulnya dengan kehadiran saya di sini, secara tidak langsung telah diputuskan bahwa memang kami berkoalisi dengan PDI-P," tegas Marwan.

Sabtu siang, mereka telah menemani Jokowi menemui mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif di Yogyakarta dan Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa. Jokowi pun akan ziarah ke makam para tokoh bangsa, salah satunya makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid.

CAPRES JOKOWI SOWAN KE KYAI DAN ULAMA NU



TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo alias Jokowi, akan berkunjung ke sejumlah tokoh agama akhir pekan ini, Sabtu-Minggu, 3-4 Mei 2014. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Ahmad Basarah, Jokowi akan melaksanakan kegiatan silaturahmi ke tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

"Kunjungan dalam rangka silaturahmi dan penguatan hubungan Jokowi dengan tokoh-tokoh Islam di berbagai pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Timur," ujar Basarah ketika dihubungi Sabtu, 3 Mei 2014. Basarah juga mengatakan Jokowi akan berziarah ke makam para tokoh bangsa, antara lain ziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid. (Baca juga: Pengurus NU Akui Prabowo Lebih Gencar Dekati Kiai)

Basarah menuturkan kunjungan silaturahmi Jokowi adalah upaya melaksanakan ajaran Trisakti Bung Karno yang ketiga, yakni membangun kepribadian bangsa yang berkebudayaan Indonesia. Tradisi silaturahmi kepada sesama tokoh bangsa dan ziarah ke makam, kata dia, bagian dari tradisi budaya bangsa Indonesia.

"Jokowi punya komitmen menjaga tradisi dan budaya bangsa yang diwariskan para leluhur," ujarnya. Cara ini dinilai efektif untuk melindungi budaya bangsa dari gempuran nilai-nilai asing yang dapat menggerus kepribadian bangsa.

Berdasarkan informasi yang diterima Tempo, Jokowi hari ini akan bertolak ke Yogyakarta. Di sana ia akan berkunjung ke ulama Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif dan berkunjung ke Taman Siswa, sekolah yang didirikan Ki Hajar Dewantoro.

Siangnya Jokowi menuju Surabaya, berkunjung ke kediaman mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Khofifah Indar Parawansa dan menuju Jombang ke Pondok Pesantren Pacul Gowang, Tambak Beras, dan Tebu Ireng. Esoknya, Jokowi menuju Rembang, Jawa Tengah, untuk berkunjung ke sejumlah ulama NU.

PKB JATENG BERTEIMA KASIH KEPADA NU

SEMARANG - Hasil rapat pleno perhitungan suara dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 menempatkan Partai Ke­bang­kit­an Bangsa (PKB) me­raih posisi kedua dalam prediksi perolehan kursi DPRD Jateng. Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori merasa berterima kasih terhadap kader dan pengurus Nahdlatul Ulama (NU).
‘’Sesuai rapat pleno KPU Jateng, PKB meraih posisi kedua di Jateng. Alham­dulillah, ini pencapaian yang patut disyukuri. Kami mengucapkan terima kasih kepada NU dan seluruh kader pengurus NU di Jawa Tengah atas doa dan dukungannya,” kata pria yang akrab dipanggil Gus Yusuf, kemarin.
PKB juga memberikan apresiasi positif kepada segenap pengurus partai di semua ting­katan, serta para caleg yang telah bekerja secara maksimal.
Menurut dia, pencapaian ini mengembalikan lagi Jateng sebagai basis utama bagi PKB. ‘’Provinsi ini kembali menjadi jalur basis hijau, ini berkat kerja semua kader, pengurus dan caleg.  Saya memberi hormat dan penghargaan kepada mereka,’’ tandasnya.
 Berdasarkan perhitungan suara tersebut, PKB berpotensi merebut 13 kursi DPRD Jateng yang diperoleh dari calon anggota legislatif (caleg) di sembilan Daerah Pemilihan (Dapil) Jateng, terkecuali Dapil IV (Kabupaten Wonogiri, Ka­rang­­anyar, Sragen).
Mereka ialah Syamsul Ma’arif (Dapil I Jateng), Nur Sa’adah (Dapil II), Arief Rohman dan Moh Zen (Dapil III), Chamim Irfani (Dapil V), Henry Wicak­sono dan Syarif Abdullah (Dapil VI), Hasan Asyari (Dapil VII), Siti Rosidah (Dapil VIII), Fuad Hidayat dan Lailatul Arofah (Dapil IX), serta Sukir­man dan Asep Kholbihi (Dapil X). Selan­jutnya, 10 kursi DPR juga diperoleh di sembilan dapil di Jateng, terkecuali IV.
Tugas Berat
Kesepuluh caleg yang diper­kirakan merebut kursi DPR ialah Alamudin Dimyati Rois (Dapil I), Fathan Subchi (Dapil II), Marwan Ja’far (Dapil III), M Thoha (Dapil V), Abdul Kadir Karding (Dapil VI), Taufiq Ab­dullah (Dapil VII), Siti Muka­romah (Dapil VIII), Bahrudin Nasori (Dapil IX), serta Hanif Dzakiri dan Bisri Romli (Dapil X). Gus Yusuf menilai PKB ke depan mempunyai tugas berat untuk menyiapkan anggota DPRD terpilih agar amanah dan tidak menyia-nyiakan dukungan masyarakat.
‘’Percuma jika menjadi pemenang, tetapi tidak memberi manfaat bagi masyarakat. Untuk itulah para anggota DPRD terpilih akan kami monitor terus-me­nerus,’’ tegasnya. Ketua Lem­baga Pemenangan Pemilu PKB Jateng Sukirman optimistis PKB bisa meraih 13 kursi DPRD Jateng dan 10 anggota DPR. Catatan gemilang PKB pada 1999 yang mampu meraih 16 kursi DPRD Jateng, sedangkan 2004 merebut 15 kursi.
 ”Dibandingkan tahun 2009, pada pemilu kali ini meningkat empat kursi. Semoga ini menjadi awal kebangkitan selanjutnya,” ujar Sekretaris Komisi C DPRD Jateng ini. (J17,H68-90)

NAHDLIYIN SUMBANG PEROLEHAN SUARA PKB JATENG

SEMARANG – DPW PKB Jateng mengakui dukungan kaum nahdiyyin di Jateng sangat signifikan dalam raihan suara PKB. Berkat dukungan NU pula, PKB meraih peringkat kedua perolehan suara di Jateng pada Pemilu kali ini. “Sesuai Pleno KPU Jateng, PKB meraih posisi kedua di Jateng. Alhamdulillah ini pencapaian yang patut disyukuri. Kami mengucapkan terima kasih kepada NU dan seluruh kader pengurus NU di Jawa Tengah atas support, doa dan dukungannya,” kata Ketua DPW PKB Jawa Tengah KH Yusuf Chudlori kepada Wawasan.
Gus Yusuf, panggilan akrabnya, juga memberikan apresiasi positif kepada segenap pengurus PKB di semua tingkatan serta para caleg yang telah bekerja secara maksimal. “Pencapaian ini mengembalikan lagi Jawa Tengah sebagai basis utama bagi PKB. PKB kembali kepada jalur basis hijau di Jateng. Ini kerja semua kader,  pengurus dan caleg. Saya memberi hormat dan penghargaan kepada mereka,” tandasnya.
Ke depan, DPW PKB Jateng punya tugas berat untuk menyiapkan anggota DPRD terpilih agar amanah dan tidak menyia-nyiakan dukungan masyarakat. “Percuma jika kita menjadi pemenang, tetapi tidak memberi manfaat bagi masyarakat. Untuk itulah para anggota DPRD terpilih akan kita monitor terus menerus,” tegasnya.
Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu PKB Jateng Sukirman memastikan PKB akan meraih 13 kursi DPRD Jateng dan 10 anggota DPR RI. PKB pernah memiliki catatan gemilang Tahun 1999 dengan 16 kursi, Tahun 2004 meraih 15 kursi. “Dibandingkan tahun 2009, kita meningkat 4 kursi. Semoga ini menjadi awal kebangkitan selanjutnya,” ujar Sekretaris Komisi C DPRD Jateng ini.
Sukirman menambahkan, untuk PKB, calon anggota DPRD Jateng dari provinsi tercatat Dapil I (Syamsul Ma’arif), Dapil II (Ida Nursya’adah), Dapil III (Arif Rohman dan Moh Zein ADV), Dapil V (Chamim Irfani), Dapil VI (Hendry Wicaksono dan Syarif H), Dapi VII (Hasan Asy’ari), Dapil VIII (Rosidah), Dapil IX (Fuad Hidayat dan Lailatul Arofah), dan Dapil X (Sukirman dan Asif Qolbihi).
Sedangkan untuk DPR RI, Dapil I ada (Alamudin Dimyati Rois), Dapil II (Fathan Subchi), Dapil III (Marwan Ja’far), Dapil V (Moh Toha), Dapil VI (Abdul Kadir Karding), Dapil VII (Taufiq), Dapil VIII (Siti Mukarromah), Dapil IX (Bahrudin Nashori), dan Dapil X (Hanif Dzakiri dan Bisri Romli).rth–sn
SEMARANG-Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dipastikan bakal menempati kursi pimpinan DPRD Jateng periode 2014-2019.

Kepastian ini, setelah hasil rekapitulasi penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, PKB meraih 13 kursi di DPRD Jateng dan Gerindra meraih 11 kursi.
PKB dan Gerindra menggusur kursi pimpinan Dewan yang sebelumnya ditempati Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi, mengatakan komposisi kursi pimpinan Dewan sebanyak lima, yakni satu ketua dan empat wakil ketua.
“Lima kursi pimpinan DPRD Jateng ditempati partai politik yang menempatkan banyak anggota legislatif atau meraih kursi banyak di Dewan,” katanya keRabu (29/4).

Untuk kursi Ketua DPRD Jateng mendatang, lanjut Rukma dipastikan milik PDI Perjuangan yang meraih 27 kursi, sedang empat wakil ketua Dewan akan ditempati, PKB, Gerindra, Partai Golkar (10 kursi) dan PKS (10 kursi).
Partai Demokrat yang hanya meraih sembilan kursi  dan PAN sebanyak delapan kursi, bakal terpental dari kursi pimpinan DPRD Jateng.
“Dari hasil penghitungan sementara oleh KPU Jateng, maka kursi pimpinan DPRD Jateng mendatang akan ditempati PDI Perjuangan, PKB, Gerindra, Golkar, dan PKS,” ungkap Rukma.

Rukma menambahkan untuk nama-nama yang akan duduk di pimpinan Dewan, masih menunggu keputusan resmi dari KPU Jateng, tentang perolehan kursi masing-masing partai politik.

sementara menurut Ketua LPP DPW PKB Jateng Sukirman “Hasilnya saya kira tidak akan jauh berbeda dengan hasil penghitungan yang dilakukan KPU Jateng pada 23-25 April lalu. Tapi untuk kepastian menunggu pengumuman resmi KPU,” kata politisi dari PKB ini.

Sementara, anggota KPU Jateng, Wahyu Setiawan mengatakan pengumumuan resmi nama-nama calon anggota legislatif (caleg)  dan perolehan kursi masing-masing partai politik di DPRD Jateng akan dilakukan Mei mendatang.

“Kami akan mengumumkan antara 9-10 Mei mendatang. Setelah pengumuman dari KPU pusat,” ungkap dia.

Wahyu lebih lanjut menyatakan, saat ini pihaknya sedang berada di KPU pusat untuk menyampaikan hasil rekapitulasi penghitungan suara anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi Jateng.

”Mudaha-mudahan semua berjalan lancar, tidak ada permasalahan,” harap dia.

PKB JATENG SIAP KERJA KERAS AMANKAN TARGET PILEG 2014

Semarang, Antara Jateng - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Jawa Tengah konsentrasi terhadap pencapaian target perolehan suara pada Pemilu Legislatif tahun 2014. 

     "Kita di daerah konsentrasi pencapaian target suara Pemilu Legislatif 2014 karena kalau suara yang kita peroleh besar maka otomatis pencapresan," kata Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori saat dimintai tanggapan mengenai dukungan terhadap calon presiden yang diusung PKB di Semarang, Rabu.

         Lebih lanjut Yusuf menjelaskan jika terkait dengan pencalonan presiden maka itu merupakan wewenang dari DPP PKB, sedangkan daerah hanya mengikuti dan melaksanakan keputusan.

         "Kita sebagai orang DPW PKB Jateng siap memberikan dukungan apapun nanti keputusan dari DPP PKB terkait dengan calon presiden," ujarnya.

         Hal tersebut disampaikan Yusuf usai membuka acara Musyawarah Kerja Wilayah DPW PKB Jateng dan Pembekalan Calon Legislatif DPR RI, Provinsi, dan Kabupaten/Kota Se-Jateng di Hotel Horison Semarang.

         Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PKB Imam Nahrawi mengakui ada sejumlah figur yang memiliki kemampuan, integritas, dan rekam jejak yang bagus, sehingga layak menjadi calon presiden.

         "Ada Mahfud MD, Rhoma Irama, dan sebagainya, kita lihat saja nanti bagaimana," katanya.

         Yang jelas, kata Imam, persoalan kepada figur yang mana nanti dukungan PKB akan diarahkan, baru diputuskan setelah pemilihan anggota legislatif.

PKB TARGETKAN 13 KURSI PKB JATENG

Karanganyar – Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau yang akrab disapa Gus Yusuf menyatakan dalam Pemilu 2014, partainya tengah berada dalam kondisi yang solid karena minim diguncang prahara layaknya partai politik (Parpol) lain. Bahkan PKB Jateng pun menargetkan masuk tiga besar dan memperoleh 13 kursi di DPRD Provinsi.
“Target PKB Jawa Tengah masuk tiga besar dan dapat 13 kursi, syukur kalau bisa 15 kursi. Kenapa kita optimis begitu? Karena di PKB hari ini solid dan tidak ada konflik,” kata Gus Yusuf saat ditemui wartawan usai acara Tabligh Akbar bertemakan NU untuk Indonesia, Membumikan Islam Ramah dan Damai di Lapangan Desa Karangpandan/Karangpandan, Senin (24/3) malam.
Gus Yusuf yang juga pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang ini mengaku pengurus DPW PKB Jateng sudah cukup maksimal dalam melakukan gerakan turun ke bawah untuk mengajak masyarakat memilih partai yang kental dengan nuansa ulama ini. Terutama di daerah-daerah basis warga Nahdlatul Ulama (NU).
“Insyaallah sudah maksimal. Kita berharap semua (Caleg daerah) bisa naik. Tapi tetap basis kita kan sudah jelas. Seperti di Magelang, Wonosobo, Demak, Pekalongan, Tegal, Brebes, wilayah sekitar Cilacap, dan lain-lain. Ya paling tidak lima sampai tujuh kabupatenlah,” ungkapnya.
Mengenai konflik yang terjadi di kalangan nahdliyyin, sebutan bagi warga NU, seperti di Pemilu 2009 lalu ketika Partai Kebangkitan Nahdlatul Ulama (PKNU) ikut terjun dalam pertarungan politik, menurutnya saat ini tidak akan muncul hal serupa. Pasalnya, PKNU yang gagal lolos dalam verifikasi Parpol peserta Pemilu, kini kembali lagi bergabung dengan PKB. Degan bersatunya kembali kedua partai tersebut, ia menganggap dukungan dari kalangan nahdliyyin pun akan semakin besar.