.

.
.

9 Juli 2013

PEMBEKALAN CALON LEGISLATIF PKB SE JAWA TENGAH

SEMARANG ;
Wakil Ketua PBNU Masdar Farid Mas'udi menghendaki caleg PKB mempunyai semangat memerangi korupsi. Sebab, korupsi merupakan tindakan memalukan.

Nahdlatul Ulama yang diibaratkan sebagai orang tua PKB tidak ingin malu sehingga kader partai  harus antikorupsi. Pernyataan ini disampaikan saat pembekalan caleg DPR, DPRD Jateng, dan DPRD kabupaten/ kota se-Jateng di Hotel Horison Semarang, Rabu (3/7).

"Sebagai anak, tentu NU berkewajiban membesarkan, membimbing, dan menghukum anaknya jika memang bersalah. NU tidak ingin malu, makanya kader-kader PKB harus antikorupsi," tandasnya.

Pembekalan yang diikuti 1.500 caleg PKB se-Jateng ini juga dihadiri Wakil Sekjend DPP PKB Fathan Subchi, Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori, Ketua PWNU Jateng Abu Hafsin, mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, dan mantan Ketua PWNU Mohammad Adnan Kemudian, Wakil Ketua Dewan Syuro PKB Jateng Badawi Basyir, Sekretaris DPW PKB Jateng Abdul Arif, Wakil Ketua Fuad Hidayat dan Hendry Wicaksono, Bendahara Rosidah, serta Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu Sukirman.




Menurut Masdar, PKB ini memang dilahirkan oleh NU meskipun perkawinannya tidak didaftarkan ke KUA. Namun, perkawinan yang merupakan buah pemikiran alim ulama itu tetap sah. Sebab, perkawinan disertai akad, cita-cita dan tujuan yang mulia.

Hasyim Muzadi menyatakan, khittah ini jangan dimaknai NU tidak berpolitik tetapi ini merupakan pembagian tugas bagi kader-kader Nahdlatul Ulama. Di mana, mereka ada yang bertugas di politik, mengajar, dan berdakwah ke umat. Di usia senjanya, mbah Hasyim ingin melihat PKB dan NU berjaya.
Untuk itu, pada Pileg 2014 ia akan turun gelanggang secara langsung untuk memenangkan PKB. "Dulu PKB masih tercerai berai, sekarang kondisinya beda. Maka saya akan berupaya turut mempersolid," tegasnya disambut tepuk tiuh caleg.

Sekretaris Jenderal DPP PKB H Imam Nahrawi menegaskan, kekuatan NU menjadi modal dasar PKB. Namun, para caleg PKB tidak boleh manja dan harus ikhlas bekerja. Semua pengurus juga harus memperkuat struktur dari mulai ranting, kecamatan, cabang, wilayah, dan pusat. (earfund:SM)