.

.
.

16 April 2011

Jateng Belum Miliki Perda Kebudayaan

Semarang,
Provinsi Jawa Tengah kaya akan aneka ragam kebudayaan, seni, situs, cagar budaya, maupun tempat bersejarah yang telah diakui dunia. Namun hingga kini, provinsi ini ternyata belum memiliki peraturan daerah (perda) yang mengatur tentang keberadaan kesenian dan kebudayaan.

Anggota Komisi E DPRD Jateng Muh Zen Adv menyatakan, perda kebudayaan dinilai sangat penting guna perlindungan hukum atas aset budaya yang dimiliki. "Aneka budaya dan kesenian kita lebih beragam dibanding Provinsi Jawa Barat,tapi Jabar ternyata telah memiliki tiga perda untuk bidang kebudayaan. Menilik pentingnya, perda harus segera dibuat untuk melindungi kekayaan budaya kita," jelas politikus PKB itu.

Dijelaskan, Komisi E telah melakukan kunjungan ke Jabar untuk mengetahui sejauh mana peran perda tersebut bagi cagar budaya. Pemerintah Jabar pun mengakui keanekaragaman budaya Jateng jauh lebih banyak. Apabila perda tersebut terealisasi, maka diharapkan budaya dan seni asli Jateng bisa dilindungi.

Anggota Komisi E lainnya, Dwi Yasmanto berharap pemeritah serius memperhatikan berbagai aset budaya tersebut agar kelak situs, budaya, dan seni tersebut tidak sampai hilang karena kepentingan pihak-pihak tertentu.

Menurutnya, selama ini pemerintah cenderung kurang serius menjaga kelestarian budaya yang dimiliki, namun akan protes bila diklaim oleh pihak lain. Komisi E berinisiatif mengajukan perda yang nantinya mengatur kebudayaan dan keanekaragamannya tersebut.

"Kalau perda bisa terealisasi diharapkan ada semacam jaminan atas pelestarian seni, kebudayaan, dan cagar budaya lain yang dimiliki Jateng. Semoga nantinya aset budaya kita bisa terjaga dengan baik," terang politikus Partai Gerindara tersebut.

7 April 2011

WARGA NU BOLEH DI PARTAI SELAIN PKB ASAL JADI KETUA

Semarang  - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqiel Siradj mengajak para warga Nahdlatul Ulama
atau biasa disebut warga nahdliyin ikut membesarkan Partai Kebangkitan Bangsa.

"Jika warga NU ikut aktif di PKB maka Isya Allah partai yang ahlus sunnah wal jamaah ini akan mendapatkan suara 5 persen lebih," kata Said Aqil Siradj di Semarang, Jum'at, (25/3).

Permintaan Said ini disampaikan dalam sambutan acara silaturahmi Alim Ulama Jawa Tengah bersama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang juga Ketua Dewan Tanfidziyah PKB Muhaimin Iskandar yang diselenggarakan di Kantor NU Jawa Tengah.

Said mengakui dirinya sangat dekat dengan PKB. Sebab, dirinya ikut membidani kelahiran partai berlambang bola dunia dilingkari bintang tersebut.