.

.
.

1 November 2010

Menakertrans Siap Rangkul Pesantren demi Kurangi Pengangguran



Semarang (LiraNews) – Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Abdul Muhaimin Iskandar –akrab disapa Cak Imin— menyadari sulitnya lulusan pesantren bersaing di dunia kerja. Cak Imin menyatakan akan mensinergikan program pemberdayaan yang dilakukan pemerintah dengan kalangan pesantren serta warga Nahdlatul Ulama. Sehingga diharapkan pesantren bisa ikut berperan dalam menanggulangi pengangguran dan kemiskinan.
Di hadapan sekitar 100 pengurus NU se-Jawa Tengah, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku siap membenahi sistem dan merancang program-program agar lulusan pesantren dan sekolah informal bisa bekerja sesuai dengan kemampuannya. Program-program itu di antaranya pelatihan berbasis dunia kerja.
“Di pesantren akan dibikin pelatihan-pelatihan berbasis potensi lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal juga,” ujar Cak Imin, dalam acara dialog interaktif di Kantor PWNU Jateng, Jl. Dr. Cipto Semarang.

Dalam dialog yang dipandu Wakil Ketua PWNU Abu Hafsin tersebut, Muhaimin mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan menggandeng kalangan pondok pesantren guna mengatasi pengangguran dan kemiskinan. Ia berujar, pihaknya akan segera membuat program pelatihan keterampilan bagi kalangan pondok pesantren.

Cak Imin mengakui, pesantren memang kurang memberikan dasar keahlian khusus. Untuk itulah, pemerintah melalui Kemenakertrans merancang program pelatihan berbasis dunia kerja. Ia mencontohkan, di Pekalongan, Jawa Tengah, ada Balai Latihan Kerja (BLK) yang memberikan pelatihan keterampilan membatik kepada para santri. BLK berbasis kebutuhan masyarakat lokal ini akan dikembangkan di daerah lainnya.

Melibatkan pondok pesantren, lanjutnya, merupakan salah satu solusi percepatan mengurangi pengangguran. Sebab, lulusan pondok pesantren sudah memiliki bekal kemandirian, mampu adaptasi terhadap masyarakat sekitarnya, dan bisa memberdayakan masyarakat. (pkb)