.

.
.

22 November 2010

SUDAH 20 HARI, RIBUAN WARGA MAGELANG TERPAKSA MAKAN SINGKONG

MAGELANG - Dampak yang timbul akibat erupsi Gunung Merapi makin parah. Kini, ribuan warga di Kabupaten Magelang terpaksa beralih makanan pokok dari beras menjadi singkong. Kondisi ini justru dialami warga di luar pengungsian setelah lahan pertanian mereka rusak terkena debu vulkanik.
Seperti yang terjadi di sejumlah wilayah yang ada di Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang. Warga yang mengandalkan hidupnya dari pertanian mulai kehabisan cadangan makanan. Padahal, stok bantuan di desanya melimpah. Hanya saja, barang tersebut hanya boleh didistribusikan kepada pengungsi yang menempati desa mereka.
"Sekarang saya berada di posisi yang sangat tidak mengenakkan. Satu sisi harus memenuhi kebutuhan pengungsi, sisi lain warga saya kelaparan," kata Kepala Desa Gantang, Muhyat, kemarin.

19 November 2010

DPW PKB JATENG KURBAN UNTUK PENGUNGSI MERAPI


 (ANTARA News) - Ratusan desa yang rusak akibat abu vulkanik gunung Merapi dan warganya tidak mengungsi menjadi perhatian khusus DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah. Kampung tersebut porak poranda, serta sawah, ladang, dan tempat mata pencaharian rusak parah. Akibatnya, mereka tidak bisa bekerja dan terancam perekonomiannya.

"Mereka yang tidak mengungsi, tetapi desanya rusak parah, harus tetap mendapat prioritas bantuan. Sebab perekonomian mereka terancam, akibat sawah, kolam ikan, dan kegiatan usahanya hancur lebur," ujar Ketua DPW PKB Jateng H Abdul Kadir Karding, di Magelang, Jateng, Jumat.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat disebutkan bahwa Kadir memimpin rombongan DPW PKB Jateng dan Anggota FPKB DPRD Provinsi Jateng ke Dusun Keji, Kecematan Muntilan, Kabupaten Magelang. Dia didampingi Sekretaris PKB Jateng yang juga Ketua Komisi A DPRD Jateng Fuad Hidayat, Sekretaris FPKB DPR Zein Adv, dan Anggota Komisi C Hj Siti Rosidah.

Rombongan datang untuk melakukan kurban bersama warga. Pada kesempatan itu, Kadir menyerahkan dua ekor sapi dan sembilan ekor kambing dari PKB Jateng untuk di Desa Keji dan sekitarnya.

"Ini bagian dari kepedulian dan rasa berbagi kepada saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah. Desa ini kurang mendapat perhatian, karena semua fokus ke pengungsi, maka kami berbagi di sinin sehingga terjadi pemerataan," ujar Kadir.

Selain itu, katanya, pengurus DPC PKB di sekitar Magelang seperti Kota Magelang, Purworejo, dan Temanggung juga melakukan pemotongan hewan kurban bersama pengungsi di beberapa tempat seperti Desa Blondo, Desa Pucungrejo, dan Desa Srumbung Kec Srumbung, Magelang. Tak terkecuali di Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali.

9 November 2010

6 November 2010

Dana Abadi Umat Diusulkan Bantu Korban Bencana


Liputan6.com, Jakarta: Dana Abadi Umat (DAU) yang dikumpulkan dari calon haji seharusnya digunakan pula untuk membantu penanganan korban bencana alam. "Saat ini dana abadi itu tidak jelas penggunaannya. Itu kan dana umat dan tentunya umat yang menyetorkan dana abadi itu juga akan setuju kalau dana itu digunakan untuk membantu umat," kata Thamrin Amal Tamagola, pengamat sosial dari Universitas Indonesia di Jakarta, baru-baru ini.

1 November 2010

PKB Tengok Korban Gunung Merapi

Metrotvnews.com, Jakarta: Bencana bertubi-tubi membuat partai politik tergerak bertindak. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) misalnya, sejak Rabu (27/10) kemarin melongok korban erupsi Gunung Merapi. "Tim Sigap Bencana DPP PKB bersama Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar sejak pagi hari telah terjun di lapangan untuk turut serta membantu  korban letusan Gunung Merapi," kata Ketua Fraksi PKB Marwan Ja'far kepada metrotvnews.com, Kamis (28/10).

PKB juga akan membantu para korban untuk dievakuasi ke rumah sakit, menyerahkan bantuan kepada para pengungsi dan menyantuni bagi korban yang meninggal. Partai yang dibesarkan almarhum Gus Dur ini menginstruksikan kepada pengurus wilayah dan cabang di Yogyakarta serta Jawa Tengah agar mengerahkan seluruh pengurus dan kader PKB. Mereka diharapkan bisa membantu dan meringankan korban serta pengungsi Merapi.

"DPP juga meminta semua kader PKB yang rumahnya di lokasi pengungsian menjadikan rumahnya sebagai tempat pengungsian sekaligus jadi dapur umum bagi para pengungsi dan korban. Tim DPP juga sudah diterjunkan ke Mentawai, Sumatra Barat," tandas Marwan.(Andhini)

Menakertrans Bantu Pengungsi Letusan Gunung Merapi Rp 500 Juta

Yogyakarta - Letusan Gunung Merapi yang mengakibatkan korban jiwa mengundang keprihatinan semua pihak termasuk Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar. Dengan adanya letusan gunung tersebut, Muhaimin langsung berangkat ke Yogyakarta mengunjungi korban di Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta.

”Kami atas nama pemerintah menyampaikan ungkapan turut belasungkawa bagi masyarakat yang terkena bencana alam. Bagi korban yang masih dirawat, kita doakan semoga lekas sembuh dan senantiasa ketabahan dalam menghadapi bencana ini dan bagi korban kita,” kata Ketua Umum DPP PKB ini di RS Sardjito Yogyakarta (Rabu, 27/10).

Setelah menjenguk korban di rumah sakit, Menakertrans lalu meneruskan perjalanan menuju tempat penampungan di lokasi bencana letusan Gunung Merapi Yogyakarta. Menakertrans secara simbolis menyerahkan bantuan di Desa Harjobinangun dan Desa Umbul Harjo, kecamatan Pakem, Sleman Yogyakarta.

Di lokasi bencana yang terletak di lereng Gunung Merapi ini Menakertrans menyerahkan sumbangan berupa bantuan sembako dan perlengkapan wanita sebanyak 3 truk serta sumbangan uang sebanyak 500 juta rupiah. “Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk membantu korban bencana letusan Gunung Merapi," kata Cak Imin, panggilannya.

Untuk ke depannya, Cak Imim berjanji akan memberikan bantuan lainnya yang akan disesuaikan dengan kebutuhan korban bencana alam. “Dalam pelaksanaan dan distribusi bantuan selanjutnya, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan berkoordinasi dengan pemerintah Daerah dan Badan  Nasional Penanggulangan Bencana Badan serta pihak terkait lainnya,“ katanya menjanjikan. (Source: Rakyat Merdeka).

Korban Merapi Terima Pin Khidmat 9 dari PKB


Jakarta - Bencana meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta dan tsunami di Mentawai membuat semua pihak berduka, begitu juga yang dirasakan Partai Kebangkitan Bangsa. 

Pasalnya salah satu kader PKB yang ikut mengevakuasi korban juga ikut menjadi korban dan bahkan dirinya dinyatakan meninggal saat bertugas.

“Tutur Priyanto, anggota PMI yang meninggal saat mengevakuasi korban Merapi adalah kader PKB, dia dinyatakan meninggal. Penggorbanannya sungguh besar untuk masyarakat,” ungkap Ketua DPP PKB Muamir Syam dalam acara tahlil bersama untuk korban bencana Merapi dan Tsunami Mentawai di DPP PKB, Rabu (27/10/2010).

Dengan kejadian tersebut, dirinya yang mewakili PKB menghanturkan duka cita yang mendalam terhadap para korban. "Kami atas nama PKB mengucapkan duka yang mendalam dan prihatin terhadap kejadian ini dan kepada korban diharapkan tabah dan sabar dalam menghadapinya, tidak luput juga kami selalu mendoakan untuk kebaikan kita semua,” tambahnya.

Komisi VIII: Kondisi Tempat Pengungsi Merapi Memprihatinkan

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG--Ketua Komisi VIII DPRRI Abdul Kadir Karding menilai kondisi tempat pengungsian di Desa Ngadipuro Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jateng, memprihatinkan karena kondisinya rusak. "Gedung ini sangat tidak layak untuk tempat pengungsian karena atap bocor dan tidak ada pintu," katanya usai meninjau tempat pengungsian warga dari ancaman bahaya Gunung Merapi di Desa Ngadipuro, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Sabtu.

Tempat pengungsian yang berjarak sekitar sembilan kilometer dari Merapi tersebut berupa gedung sekolah dasar yang sudah tidak terpakai. "Penyediaan tempat pengungsian menjadi kewenangan pemerintah daerah, tetapi karena hingga status Merapi "siaga" belum ada upaya dari pemkam, kami akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana provinsi maupun nasional," katanya.

Ia berharap, pemkab untuk lebih tanggap dengan kondisi ini. Untuk memperbaiki atap gedung ini cukup dengan dana Rp50 juta. "Nilai uang itu tidak seberapa dibanding dengan keselamatan ribuan jiwa manusia," katanya.

Menakertrans Siap Rangkul Pesantren demi Kurangi Pengangguran



Semarang (LiraNews) – Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Abdul Muhaimin Iskandar –akrab disapa Cak Imin— menyadari sulitnya lulusan pesantren bersaing di dunia kerja. Cak Imin menyatakan akan mensinergikan program pemberdayaan yang dilakukan pemerintah dengan kalangan pesantren serta warga Nahdlatul Ulama. Sehingga diharapkan pesantren bisa ikut berperan dalam menanggulangi pengangguran dan kemiskinan.
Di hadapan sekitar 100 pengurus NU se-Jawa Tengah, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku siap membenahi sistem dan merancang program-program agar lulusan pesantren dan sekolah informal bisa bekerja sesuai dengan kemampuannya. Program-program itu di antaranya pelatihan berbasis dunia kerja.
“Di pesantren akan dibikin pelatihan-pelatihan berbasis potensi lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal juga,” ujar Cak Imin, dalam acara dialog interaktif di Kantor PWNU Jateng, Jl. Dr. Cipto Semarang.

Dalam dialog yang dipandu Wakil Ketua PWNU Abu Hafsin tersebut, Muhaimin mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan menggandeng kalangan pondok pesantren guna mengatasi pengangguran dan kemiskinan. Ia berujar, pihaknya akan segera membuat program pelatihan keterampilan bagi kalangan pondok pesantren.

Cak Imin mengakui, pesantren memang kurang memberikan dasar keahlian khusus. Untuk itulah, pemerintah melalui Kemenakertrans merancang program pelatihan berbasis dunia kerja. Ia mencontohkan, di Pekalongan, Jawa Tengah, ada Balai Latihan Kerja (BLK) yang memberikan pelatihan keterampilan membatik kepada para santri. BLK berbasis kebutuhan masyarakat lokal ini akan dikembangkan di daerah lainnya.

Melibatkan pondok pesantren, lanjutnya, merupakan salah satu solusi percepatan mengurangi pengangguran. Sebab, lulusan pondok pesantren sudah memiliki bekal kemandirian, mampu adaptasi terhadap masyarakat sekitarnya, dan bisa memberdayakan masyarakat. (pkb)