.

.
.

5 Agustus 2010

Perjuangan Komisi VIII DPR RI berhasil

Jakarta - Setelah molor hampir sebulan akhirnya pemerintah lewat Menteri Agama mengumumkan Ongkos Naik Haji (ONH)  atau saat ini dikenal dengan BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) sebesar Rp29,1 juta atau 3.237 dolar AS
untuk kota Medan dan sekitarnya (Sumut).

ONH sebesar itu turun sekitar 80 dolar AS atau sekitar Rp750 ribu. Harus disyukuri. Ucapan syukur alhamdulillah ke luar dari mulut para calon jamaah haji. Tapi, kalau mau dikaji lebih dalam, penurunan ONH bisa jauh lebih besar, minimal 10 persen dari ONH tahun lalu, mengingat kurs dolar tahun lalu mencapai Rp10.300 per dolarnya, sedangkan sekarang ini hanya Rp 9.000 per dolar AS. Belum lagi kalau pemerintah dalam hal ini Depag benar-benar melakukan efisiensi sebagaimana diharapkan KPK dan pantauan ICW.

Memang pemerintah dalam hal ini Menag  Suryadharma Ali bulan lalu berjanji akan memberikan pelayanan yang lebih baik bagi jamaah calon haji Indonesia tahun 2010 dengan mendekatkan pemondokan di  ring-1 yang jaraknya hanya 2 km dari Masjidil Haram. Sudah barang tentu kita menyambut gembira dengan upaya pemerintah itu. Walau ada hal yang kurang enak didengar karena Ongkos Naik haji (ONH) tahun ini diperkirakan naik nyatanya tidak terbukti karena memang tdak masuk akal ONH naik karena kurs rupiah semakin menguat tajam akhir-akhir ini.

Salut buat  Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Kadir Karding  yang ngotot memperjuangkan  menurunkan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2010 dan akhirnya gol.  DPR tidak hanya berjanji untuk membahas poin per poin dengan pemerintah tapi juga tanggap dengan aspirasi masyarakat khususnya umat Islam untuk meningkatkan pelayanan haji. Argumentasi  Karding ONH bisa turun menurut hemat kita sangat rasional. Ada empat asumsi yang bisa digunakan DPR untuk mendorong agar BPIH 2010 tidak naik, di antaranya adalah terkait biaya tiket pesawat dan nilai tukar rupiah yang semakin menguat hingga ke level Rp9000. Pemerintah masih menggunakan asumsi harga tiket tahun 2009 yang lebih Rp10 ribu, apalagi harga avtur tahun ini relatif cukup stabil dan lebih murah dibandingkan tahun lalu.

Saat ini pemerintah menetapkan Rp9.500 per dolar AS atau lebih rendah dibandingkan tahun lalu yakni Rp12.500. Sebenarnya masih terbuka peluang cukup besar untuk melakukan efisiensi pengelolaan haji.  Rencana pemerintah menempatkan lebih banyak jamaah di lokasi yang lebih dekat dengan Masjidil Haram tentu akan mendorong efisiensi transportasi darat.

Dalam perhitungan yang diusulkan pemerintah, meski akomodasi lebih dekat, biaya transportasi darat tetap sama dengan tahun lalu yakni 121,1 dolar AS per jamaah. Dengan pemondokan lebih dekat seharusnya kan transportasi darat bisa lebih efisien.

Sangat tidak masuk akal kalau Kementerian Agama mengajukan usul BPIH 2010 sebesar 3.577 dolar AS atau naik 133 dolar AS dibandingkan tahun lalu. Kenaikan itulah yang menimbulkan kontroversial. Sebab, hampir semua komponen  haji menggunakan dolar sehingga wajar saja kalau ONH turun, bukan malah naik karena dolar semakin turun saat ini.

Soal dekatnya pemondokan haji sebagaimana diiming-imingi pemerintah (Depag) menurut hemat kita seharusnya menambah ONH semakin murah karena tidak perlu menggunakan transportasi (bus) yang setiap tahunnya bermasalah.

Sama halnya dengan komponen lainnya yang juga bisa duturunkan jika memang pemerintah memiliki kemauan untuk menurunkan ONH. Alhamdulillah, kini ONH turun meskipun penurunannya masih belum besar sebagaimana diharapkan. Pemerintah hendaknya tidak berpikiran pendek dan komersial belaka. (Source: Berita Sore).