.

.
.

28 Juli 2010

Rayakan Harlah ke-12, PKB Rapatkan Barisan

(Espos)   Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Solo memanfaatkan momen hari lahir (Harlah) ke-12 PKB pada 23 Juli 2010 sebagai titik awal kebangkitan partai dan untuk mempersolid barisan pada intern partai.

”Ini peristiwa yang harus dimanfaatkan untuk meneruskan perjuangan partai. Caranya yaitu dengan menguatkan dan membangun keberamaan,” kata ketua DPC PKB Kota Solo, Abil Khoirudin, saat ditemu Espos pada perayaan Harlah di Kauman, Pasar Kliwon, Jumat (23/7) malam.

Harlah yang mengambil tema Dengan Kebersamaan, Kita wujudkan Kejayaan PKB, kata Abil, sangat tepat untuk mengembalikan kejayaan partai. ”Tidak ada lagi PKB kubu-kubuan, yang ada adalah PKB, Partai Kebangkitan Bangsa yang bercita-cita menyejahterakan masyarakat,” tambahnya. Ia berharap, para pengurus PKB Kota Solo meningkatkan persatuan dan mengedepankan kepentingan yang lebih besar. ”Daripada mengedepankan egoisme pribadi atau golongan tertentu yang justru melemahkan partai itu sendiri,” katanya.

Acara itu dihadiri sekitar 150 pengurus PKB baik dari Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Anak Cabang (PAC), serta simpatisan partai. Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kota Solo, Santosa Raharjo, mengatakan, pentingnya persatuan dan kebersamaan antaranggota partai. - Oleh : m86

PKB DAN AGENDA PENGHIJAUAN

              Ungkapan “Green Party, Indonesia Hijau” sangat menarik untuk ditelaah sekaligus juga direfleksikan bersama. Hal ini menyiratkan setidaknya pada dua makna penting. Pertama, bisa dimaknai dalam pengertian politik, yaitu istilah “Green Party” menjurus pada partai politik yang simbol dan logonya didominasi oleh warna hijau—dalam hal ini adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Seolah-olah, lewat ungkapan itu, hendak menghijaukan masyarakat Indonesia, yang berarti kemenangan dan kejayaan PKB.
Kedua, bermakna pentingnya melestarikan lingkungan atau menjaga alam. Ini juga sangat penting bila dihubungkan dengan agenda dan pengambilan isu sosial PKB. Bukankah sangat jarang partai-partai politik yang tampak peduli terhadap nasib masa depan lingkungan? Agenda penghijauan dalam arti lingkungan hidup sejatinya menjadi prioritas program PKB di tengah sepinya partai-partai lain memikirkan isu itu.
Sangat baik sekali bila PKB menjadi pelopor kampanye terciptanya lingkungan yang bersih lewat program penghijauan. Inilah menurut saya fungsi partai yang sebenar-benarnya, ikut serta secara aktif dalam memberikan rasa aman, tentram, dan sehat untuk semua lapisan masyarakat. Artinya, realisasi program partai sesungguhnya tidak semata-mata fokus pada kompetisi memperebutkan kursi presiden, wakil presiden, dan anggota DPR, tapi juga pada bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

27 Juli 2010

PKB LARANG KADERNYA MASUK NASDEM

Jakarta,www.fpkb-dpr.or.id --- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi melarang anggotanya untuk aktif di organisasi masyarakat Nasional Demokrat (Nasdem). Jika ada kader yang tetap ikut aktif di organisasi itu, "Kami akan suruh pilih, kamu tetap di sana  (Nasdem) atau tetap di PKB," kata Ketua Dewan Syura DPP PKB KH Aziz Mansyur, Minggu (25/7).

Menurut Kyai Aziz akrab sapaannya, sikap partai  melarang anggotanya aktif di ormas buatan Surya Paloh tersebut karena pada akhirnya Nasdem ujung-ujungnya bakal jadi partai politik juga. Ketua Dewan Syura DPP PKB ini yakin bahwa Nasdem bakal mengubah diri sebagai sebuah kekuatan partai politik.Karena itulah pelarangan resmi yang dicetuskan dalam Mukernas PKB 21-23 Juli di Jakarta sebagai antisipasi PKB terhadap kemungkinan tersebut.

Kyai Aziz meminta kader yang terlanjur aktif di Nasgem  segera keluar. "Kalau tetap mengikuti (Nasdem), itu namanya munafik," tegasnya.  Dia meminta jika ada anggota PKB yang ingin aktif di ormas, maka jangan memilih Nasdem. "Silakan aktif di ormas-ormas yang ada di bawah PKB," katanya.

Larangan PKB ini memperpanjang daftar parpol yang malarang anggotanya aktif di Nasdem. Hal serupa sebelumnya, Partai Golkar  secara tegas melarang anggotanya untuk masuk Nasdem.(dpp-pkb / Syam )

KEMENANGAN DI MA MENJADI KADO HUT 12 PKB

JAKARTA . Palu hakim akhirnya menengahiri polemik legalitas kepengurusan DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Mahkamah Agung (MA) telah menolak permohonan kasasi PKB kubu Kalibata yang menggugat keabsahan pelaksanaan muktamar luar biasa (MLB) kubu Muhaimin Iskandar di Ancol, 2?4 Mei 2008.

"Sudah kami putuskan, silakan cek di website MA," kata Ketua MA Harifin Tumpa kemarin (23/7). Menurut dia, keputusan perkara PKB tersebut memang harus segera diambil karena batas waktunya hanya sebulan. Majelis hakim yang terdiri atas Achmad Sukardja, Rehngena Purba, dan Abdul Manan sebenarnya memutuskan perkara itu pada Senin lalu (19/7). Putusan tersebut sekaligus menegaskan bahwa vonis Pengadilan Jakarta Pusat tetap berlaku. Yakni, soal putusan yang menyebutkan kepengurusan PKB kubu Muhaimin berdasar MLB Ancol adalah sah. Dalam MLB tersebut, Muhaimin terpilih menjadi ketua umun, sedangkan Lukman Edy terpilih sebagai Sekjen partai.

Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Antarlembaga Biro Hukum dan Humas MA David Simanjuntak menambahkan, salinan putusan kasasi tersebut masih dikerjakan.

21 Juli 2010

Muhaimin yakin PKB utuh lagi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar optimistis pasca mukernas 2010, seluruh anggota partai dapat kembali berbagai tugas dengan professional. Artinya ia mengharapkan agar perpecahan di dalam internal partai tak terjadi lagi, dan seluruh kader bekerja dengan semangat, loyalitas serta ketaatan pada partai. “Saya tak ingin partai ini dikelola dengan emosi lagi,” tegasnya dalam pidato politik di hadapan peserta Mukernas PKB 2010 di Hotel Kartika Chandra, Rabu (21/7).

Ia kemudian mengajak seluruh kader yang hadir untuk mengingat konflik internal yang menimpa PKB jelang pemilu 2009. “Mengaku PKB saja waktu itu berat rasanya,” kata dia.

Karenanya, Muhaimin tak menghendaki hal tersebut terjadi lagi jelang pemilu 2014 mendatang. Karena itulah, Muhaimin menyatakan bahwa dalam Mukernas kali ini, PKB mengundang seluruh jajaran pendahulu, pengurus serta kalangan kyai yang dulu tak mendukung langkahnya.