.

.
.

7 Juni 2010

KENDAL, DETIKPOS.net — Kemenangan istri mantan Bupati Hendy Boedoro, Widya Kandi Susanti, yang diusung PDIP dan PKB dalam pemilihan umum kepala daerah, Minggu (6/6/2010), sementara ini terjawab. Widya Kandi yang berpasangan dengan tokoh ulama dari Nahdlatul Ulama, HM Mustamsikin, dinilai warga tidak mungkin mengulang kesalahan seperti suaminya.


“Kami sebenarnya masih mengakui mantan Bupati Hendy Boedoro cukup berhasil membangun Kendal selama kepemimpinannya 2000-2005. Kalau dia tersangkut korupsi dan dipenjara itu lagi apes saja. Kami beri kesempatan istrinya memimpin Kendal,” ujar Tantowi, warga Kendal, Senin (7/6/2010), seperti menjawab teka-teki atas kemenangan Widya Kandi Susanti.

Hasil penghitungan cepat oleh Komisi Pemilihan Umum Kendal, yang ditutup pukul 21.00 semalam, kemungkinan sulit terkejar oleh empat pasangan calon bupati pesaingnya. Calon bupati Widya Kandi memastikan meraup hampir 42 persen, jauh meninggalkan persentase perolehan kandidat lain yang rata-rata di bawah 23 persen.


Ketua KPU Kendal Abdullah Sachur mengatakan, perolehan Widya Kandi juga para kandidat lain melalui hasil hitung cepat ditutup pukul 21.00 WIB, ketika data perolehan suara di tingkat desa sudah mencapai 65 persen.

Selanjutnya, KPU menunggu penghitungan surat suara resmi pada 11 Juni mendatang sekaligus penetapan perolehan suara yang sah berdasarkan laporan semua petugas tempat pemungutan suara.

Kandidat yang terpilih, Widya Kandi Susanti, saat bertemu sejumlah wartawan, mengatakan, dirinya tidak tertarik untuk membuat program 100 hari. Fokus utamanya nanti adalah membenahi pelayanan masyarakat lebih dulu. [KMP]