.

.
.

4 Juni 2010

Djoko Nugroho-Abu Nafi Unggul Sementara Pilkada Blora



ANTARA - Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Blora, Jawa Tengah, dengan nomor urut tiga, Djoko Nugroho-Abu Nafi, unggul sementara dalam perolehan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) setempat, Kamis.


Berdasarkan perhitungan cepat oleh Panitia Pengawas Pilkada Kabupaten Blora, hingga sekitar pukul 17.30 WIB, pasangan yang diusung oleh Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, Partai Perjuangan Indonesia Baru (PPIB) itu dinyatakan unggul di 14 dari 16 kecamatan di daerah itu.

Pasangan itu mengungguli dua pasangan lainnya yakni Yudhi Sancoyo-Hestu Bagiyo Sunjoyo dengan nomor urut satu dan pasangan Warsit-Lusiana Marianingsih yang bernomor urut dua.



Pasangan calon nomor urut satu tersebut diusung oleh Partai Golkar dan sejumlah partai lain di antaranya Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), dan Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), sedangkan Warsit-Lusiana Marianingsih diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Ketua Panwas Pilkada Kabupaten Blora, Wahono, yang dikonfirmasi mengenai keunggulan sementara pasangan Djoko Nugroho-Abu Nafi membenarkan hal tersebut.

"Berdasarkan hasil perhitungan sementara, pasangan nomor urut tiga itu kalah di dua kecamatan yakni Jiken karena didominasi oleh pasangan Yudhi Sancoyo-Hestu Bagiyo Sunjoyo dan Kradenan yang dimenangkan pasangan Warsit-Lusiana Marianingsih," katanya.

Pada Pilkada Kabupaten Blora 2010, katanya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat tidak melakukan perhitungan cepat.



Ketua KPU Kabupaten Blora, Moesafa, menjelaskan, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Blora sebanyak 1.676 unit tersebar di 16 kecamatan dan 295 desa serta kelurahan.

Jumlah warga setempat yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 688.240 orang.

"Secara umum pelaksanaan Pilkada Kabupaten Blora tahun ini berjalan dengan aman, tertib, dan demokratis berkat kerja sama berbagai pihak terkait," ujarnya.

Ia mengharapkan, situasi yang kondusif seperti saat ini dapat terjaga hingga pelantikan bupati terpilih.

Rekapitulasi di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan dijadwalkan 5 Juni 2010, sedangkan tingkat KPU Kabupaten Blora 9 Juni 2010, dan penetapan calon terpilih 12 Juni 2010. h