.

.
.

31 Mei 2010

PKB Usul PT 3 Persen, Tetapi Siap Jika Akhirnya 5 Persen


Jakarta - Wacana peningkatan Parliamentary Threshold (PT) 5 persen dalam Pemilu 2014 cukup menjadi perhatian PKB. Ketua umum DPP PKB Muhaimin Iskandar menyatakan usulan PT 5 persen terlalu tinggi, PKB mengusulkan PT dalam Pemilu 2014 cukup 3 persen saja. Namun jika dalam proses pembahasan tetap diputus 5 persen, PKB pun siap.

"Kita ingin bertahap, untuk Pemilu depan kita usul 3 persen dulu. Tetapi kalau keputusan akhirnya harus tetap 5 persen, ya kita siap," kata Muhaimin dalam acara Konsolidasi Kader Penggerak Desa (KPD), di Kendal, Jawa Tengah sebagaimana rilis yang diterima detikcom, Senin (31/5/2010).

Menurut Menakertrans ini, PKB siap mengembalikan perolehan suaranya seperti pada Pemilu 1999 lalu yang mencapai 12 persen. Untuk itu, seluruh kekuatan PKB harus kembali bersatu guna menghadapi tantangan politik yang semakin kompleks dan keras dalam pemilu mendatang.



"Semua kekuatan harus bersatu. Momentum pilkada mari kita jadikan ajang konsolidasi. Kalau kita memiliki separo lebih Bupati atau wali kota di seluruh Indonesia, hal ini akan memudahkan pencapaian politik kita untuk merebut kepemimpinan nasional yang akan datang," tandasnya.

Hadir dalam acara itu Ketua DPW PKB Jawa Tengah Abdul Kadir Karding, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Widya Kandi - Mustamsikin dan seluruh jajaran DPW PKB Jateng.

Salah satu cara untuk meraih kembali suara PKB yang hilang dalam pemilu 2009 lalu adalah dengan mengefektifkan kader penggerak desa. Cara ini menjadi salah satu pilar penting yang saat ini kembali dirintis PKB karena sesuai dengan upaya FPKB DPR yang mendorong adanya RUU Desa.

"Pembangunan nasional harus berpijak pada pembangunan desa. Pemberdayaan desa menjadi konsentrasi perjuangan PKB saat ini," papar dia

Hal senada juga disampaikan Ketua DPW PKB Jateng Abdul Kadir Karding. Menurutnya, konsolidasi kader desa di Kendal selain bertujuan memenangkan pasangan Widya-Mustamsikin, juga untuk program pemenangan pemilu yang akan datang.

"Penggabungan antara kekuatan kultural, tradisi dan kader penggerak desa serta kepemimpinan muda yang ada di PKB, akan menjadi modal yang kuat untuk pencapaian politik PKB dalam pemilu mendatang," tegasnya.