.

.
.

23 Mei 2010

Karding: PKB Harus Menguatkan Peran Mulai Tingkat Desa


Wonosobo - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah, Abdul Kadir Karding, mengakui, PKB saat ini belum melayani masyarakat dengan maksimal, sehingga harus menguatkan peranannya mulai dari tingkat desa.

"Kami menyadari masyarakat belum terlayani dengan baik, untuk itu PKB akan mulai menguatkan partai di desa dan kelurahan guna melayani konstituen," katanya pada konsolidasi kader penggerak desa (KPD) di Wonosobo, Minggu.

Ia mengatakan, KPD merupakan bagian dari program nasional PKB. Partai itu mempunyai dua program nasional yakni majelis selawat dan membangun kembali pelayanan masyarakat.

Ia menjelaskan, membangun partai tidak hanya menjelang pemilu sehingga PKB mulai saat ini menguatkan peranan di desa dan kelurahan.

"Meskipun pemilu baru akan dilaksanakan pada 2014, PKB sudah memulainya dari sekarang dengan menguatkan partai di desa dan kelurahan," katanya.

Karding yang juga Ketua Komisi VIII DPR itu mengatakan, upaya partai itu membangun kembali pelayanan masyarakat supaya mereka terutama yang tinggal di desa-desa bisa merasakan kiprah PKB.

"PKB merupakan partainya orang-orang kecil yang berbasis di desa dan kelurahan maka perlu memfokuskan ke daerah tersebut," katanya.

Ia mengatakan, persaingan antarpartai cukup luar biasa. Pada masa lalu hampir seluruh kekuatan Nahdlatul Ulama bergabung dengan PKB namun belakangan perolehan kursi PKB di legislatif berkurang.



"Bagaimana PKB diperhitungkan, tentu harus memenangkan pertandingan 2014," katanya.

Ia menyatakan perlunya PKB membangun kekuatan struktur partai secara ideal agar partai itu tetap eksis.

Selain itu, katanya, PKB yang didukung masyarakat desa harus tampil dan membuktikan bahwa orang desa bisa mengelola partai secara modern.

"Kalau orang-orang PKB bisa membuktikan dengan kinerja yang baik, masyarakat akan tahu sendiri," katanya.

Ia mengatakan, kini bukan saatnya lagi membangun program yang tidak sesuai dengan kebutuhan rakyat.

"Sebagai partai yang kurang diperhitungkan saat ini, PKB harus bisa membaca situasi," katanya.

(sumber: antaranews.com)